Seorang penulis yang sangat memerhatikan keindahan tulisannya (memilih kata-kata dengan cermat, mengeditnya dengan baik sehingga enak dibaca, dsb) sebenarnya dapat disebut sebagai 'perajin tulisan'.
Istilah 'pe(ng)rajin' muncul di benak saya karena dalam bahasa Inggris, karya tulis itu di-
craft (seperti karya seni saja). Ingat kata
handicraft = kerajinan tangan. Bahkan pidato pun di-
craft. Contoh kalimat:
a carefully crafted speech = pidato yang di-
craft (maksudnya: dipersiapkan) dengan cermat.
Jika sang penulis sudah mulai produktif, bolehlah ia disebut sebagai 'pabrik tulisan'.
Istilah 'pabrik tulisan' saya adopsi dari teman saya
Goenarso Gunoprawiro yang menyebut rekannya yang pandai membuat materi e-Learning sebagai 'pabrik e-Learning'.
Minggu sore (27/9/09) yang lalu saya mulai merasa menjadi 'pabrik tulisan' setelah sejak dini hari saya banyak menulis di Note facebook, membalas komentar-komentar di facebook, dan menulis berbagai artikel singkat
blog Wisdom saya.
Perasaan sebagai 'pabrik tulisan' itu semakin kuat setelah saya berhasil menulis artikel berjudul
BlackBerry Tidak Harus Digunakan untuk Email dan Facebook di BLOG UTAMA saya pada Senin malam (28/9/09).
Mohon tanggapan teman-teman penulis tentang kedua istilah yang saya lontarkan dalam judul tulisan ini. Apakah anda memiliki perasaan yang sama (menulis seperti sedang mengerjakan sebuah karya seni, dan merasa sebagai 'pabrik tulisan')?
Atau mungkin ada istilah-istilah lain yang bisa dibagi di sini berdasarkan pengalaman anda sendiri sebagai penulis. Terima kasih!
* * *
Tulisan di atas juga diposting di
Note facebook saya.